Welcome To My Blog Primanda Agung Mahardita

Kamis, 04 April 2013

Manusia Dan Keindahan

1). Keindahan
      Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
        
  •   Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak & sebagai sebuah benda tertentu yang indah
           Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni,pemandangan alam,manusia dengan anggota tubuhnya dan lain-lain sebagainya.Dalam bahasa Latin,keindahan di terjemahkan dari kata "belum" Akar katanya adalah "benum" yang berarti kebaikan.
           Dalam bahasa inggris menjadi kata "beautiful",perancis "beao" sedangkan italy dan spanyol "beloo".Dan dalam arti estetik mencakup pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang di serapnya.Sedangkan dalam arti terbatas keindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna.
          Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman atau keindahan.Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat(visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebu pada dasarnya adalah ilmiah.Alam itu ciptaan TUhan.Alamiah itu adalah wajar tidak berklebihan dan tidak kurang.Orang menciptakan itu pada dasarnya mencontoh keindahan yang di anugerahkan Tuhan pada umunya.Namun demikian orang yang mencontoh keindahan alam belum tentu menghasilkan keindahan.
          Konsep keindahan itu tersendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran.Batas keindahan akan berhenti pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu tersendiri.Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah,sedangkan yang tidak ada unsur keindahannya tidak mempunyai daya tarik.Daya tidak pernah ada dan tidak akan bertambah sifat indah itu adalah universal,tidak terkait dengan selera seseorang waktu dan tempat dimanapun kapanpun mempunyai sifat yang sama dalam menghadapi sesuatu yang indah,yaitu sikap yang simpati dan empati.

  •    Perbedaan nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik
             Unsur intrinsik adalah hal-hal atau informasi, refrensi atau bahan-bahan dasar yang terkandung dalam sebuah karya hingga karya itu tercipta secara utuh. Unsur intrinsik dalam suatu objek, bisa berupa apa saja yang membentuk objek tersebut. lawan dari intrinsik adalah ekstrinsik. Yaitu, hal-hal atau informasi, refrensi atau materi dasar di luar karya tersebut yang ikut mendukung terciptanya sebuah karya. Biasanya unsur ekstrinsik ini berkaitan dengan gejolak atau situasi jaman yang mempengaruhi si seniman dalam menciptakan karyanya itu.
Tapi di lihat dari sudut pandang suatu objek dalam menilai keindahan nilai ekstrinsik dan intrinsik memiliki perbedaan sebagai berikut. Nilai ekstrinsik adalah nilai-nilai yang tidak dapat dinilai oleh panca indera, berkenaan aspek kejiwaan, filsafat atau psikologi, serba noumena, transendental. Nilai ekstrinsik hanya bisa dirasai oleh jiwa, intuisi dan naluri dengan pendekatan ilmu, filsafat, kebudayaan dan sisi pribadi individu. Berbeda dengan nilai intrinsik yang lebih kepada penilaian berdasarkan pada apa yang terlihat saja oleh mata dan imajinasi seseorang, tanpa mempertimbangkan aspek lain. Dengan kata lain nilai intrinsik adalah nilai-nilai yang berasal dari penilaian panca indera yang hanya berdasarkan pada logika.

  • Pengertian kontemplasi dan ekstansi
                     Kontemplasi bertujuan untuk mendiptakan sesuatu yang indah.Kontemplasi dapat di artikan sebagai suatu proses bermeditasi,merenungkan atau penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai,makna,manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.
Di kalangan umum kontemplasi di artikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu di balik yang tampak atau tersurat misalnya,dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang--bayang atau dirinya di muka cermin.
Ekstansi bertujuan merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.Ekstansi dapat di artikan sebagai dasar dalam diri manusia untuk menyatakan,merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas,maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan,sedangkan ekstansi merupakan faktor untuk merasakan,menikmati keindahan.
Karena derajat atau tingkat dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia,maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.apabila kedua unsur tersebur di gabungkan akan menciptakan penilaian yang indah.Keindahan yang di sarankan pada selera seni juga di dukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi




2). Renungan
  •  Teori-teori dalam renungan
           Merenung adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings) yang sungguh berbeda dengan termenung. Merenung adalah secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian yang mendalam. Sedangkan termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuah pikiran, tentu saja ia kehilangan ofektivitasnya karena memang sedang out of control. Termenung bias dikatakan meratapi hidup, orang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri. Berarti hal ini banyak menguraikan masalah dari termenung, orang berbicara dengan nurani dan akalnya menyamakan persepsi antara hati dan otak. Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal :

1.Teori Pengungkapan Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
2.Teori Metafisik Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.
3.Teori Psikologis Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.





3). Keserasian
      
  •    Teori-teori keserasian 
       Keserasian berasal dari kata serasi dan kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar.
Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi pada suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Filsuf Inggris Herbert Read merumuskan definisi bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi kita (beauty is unity of formal relations among our sense-perception).

Keserasian adalah perpaduan, pertentangan, ukuran, seimbang. Terdapat 2 teori keserasian
   a. teori objectif dan subjectif
  •   Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel 
  •  Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry 
b.Teori Perimbangan
    Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, dan pelimpahan.
   Teori pengimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunanai Kuno dulu dipahami dalam arti terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka.
   Teori ini hanya berlaku dari abad ke-5 sebelum Masehi sampai abad ke-17 Masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar